Wednesday, April 11, 2018

Status Renovasi hingga 11-4-2018



Status renovasi per 11-4-2018.























Jebakan 99

.*

Ada seorang Raja yang sedang termenung sambil melihat taman di depan istananya. 

Ia gelisah *karena tak pernah merasakan* ketenangan *dan* sulit sekali *menemukan* kebahagiaan.

Kesehatannya mulai *menurun karena* ia mulai *susah tidur* akibat *banyaknya* pikiran *yang mengganggu.*

Padahal selama ini ia tidur di  kamar mewah di atas kasur yang empuk.

*Ketika sdg melamun,*
sang raja *melihat* seorang tukang kebun *yang sedang* bekerja *sambil* tertawa.

Setiap hari ia *datang dengan* senyuman *dan pulang dengan* keceriaan.

*Padahal* gajinya pas-pasan *dan* rumahnya *begitu sederhana.*

*Tak pernah tampak* kesedihan di wajahnya.

Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan *yang seadanya* dan keluarga kecil ini pun makan *dengan bahagia.*

Raja pun *heran melihat* orang ini.

Ia memanggil penasihatnya dan  tanya :
Hai penasihatku, 
telah lama aku hidup di tengah kegelisahan,
*padahal aku memiliki segalanya⁉️*

Tapi aku *sungguh heran* melihat tukang kebun itu.

*Tak pernah tampak* kesedihan di wajahnya.

Kadang2 ia tertidur di bawah rindangnya pohon,
*seperti tak ada beban* dalam hidupnya,
*padahal& ia *tidak memiliki apa-apa !*

Sang Penasehat tersenyum dan berkata :
*Itu karena* tukang kebun itu *tidak* menyentuh *Jebakan 99.*

*Bila& tukang kebun itu *terkena* jebakan ini, 
*maka* hidupnya *akan gelisah* dan ia *tdk akan bisa* tidur.

“ *Apa* yang kau maksud dengan *Jebakan 99 ?* ”

tanya raja.

“ Besok malam perintahkan prajurit untuk mengantarkan hadiah kepadanya.

Sediakan satu kotak uang *dan tulislah* 100 Dinar.
*Namun isi lah* kotak itu *dengan 99 dinar saja.* ”

Raja pun menuruti saran dari penasihatnya.

Ketika hari mulai gelap,
prajurit mengetuk pintu rumah tukang kebun ini dengan membawa hadiah.

Si tukang kebun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat prajurit membawa kotak hadiah.

“ Ini hadiah dari raja untukmu. ”

kata si prajurit.

“ Ya ~ sampaikan terima kasihku kepada raja. ”

jawab tk kebun sambil kegirangan melihat kotak *dengan tulisan* 100 dinar.

Belum pernah ia memiliki uang sebanyak itu.

Ia segera membawa masuk kotak itu dan menghitungnya bersama keluarga. 

Namun *anehnya,*
jumlah uang didalam kotak itu *hanya 99 dinar.*

Dia pun *menghitung ulang lagi,*
*tapi tetap* jumlahnya 99.

Dia yakin,
*pasti ada uang yang jatuh.*

Dia mencari-cari di sekitar pintu,
tapi tak menemukan apa-apa.


# Dicopas dari group WA Jemaah Masjid Muhajirin

----



Sawang Sinawang



*Wong Ndeso :*
```Enak dadi wong kota.....
opo² ono, mall cedak, dalane alus.```

*Wong Kota :*
```Jek enak dadi wong ndeso. 
Neng kutho opo² tuku. 
Neng deso pangan gak usah tuku, kari apek dewe neng kebon, sing penak yo sing dagang...```

*Pedagang :*
```Enak apane, barang sewarung barange utangan kabeh, 
nek ono suloyone kedunan rego yo bangkrut, 
enak yo nek dadi pegawai,  
kabeh² ngajeni...  
ketemu tonggone  monggo Pak... monggo Bu... 
tanggal nom mesti gajian.```

*Pegawai :*
```Enak apane? 
Iyo tanggal nom gajian tanggal tuwek totalan....
Gajine "jerman"di jejer wis ora uman. 
Enak kuwi yo dadi Pak Lurah.. 
neng ngendi ketemu rakyate...  
monggo pak lurah !!...
yen jagong manggone ngarep dewe.  
Sabendino entuk punjungan.```

*LURAH :*
```Enak apane, gak cucuk karo modale.... 
sawah kadol, mobil kadol nggo nyalon...
Gajine gak nutup, sabendino jagongan. Sing enak yo dadi DPR.```

*DPR :*
```Enak apane dadi DPR.. 
ora cucuk karo modale duwit entek nggo kampanye... 
bareng dadi gak iso obah blas... 
proyek sithik wae di penthelengi KPK... 
Luwih enak yo dadi tukang cukur, iso ngongkeki sirahe wong akeh, sirahe pak camat,bupati...presiden diongkak-ongkek yo podo meneng wae.```

*Tukang Cukur :*
```Enak apane... 
nek salah kesilet sirahe gojer sing cukur muring² sebulan gak meneng.

😀😀😀😀😀


Tibake kabeh gak ono sing penak. 
Anggere jek urip yo isih MUMET, PUSING, NGELU, BINGUNG... 
mergo kabeh mau gathuke wong urip...

TRUS KON KUDU PIYE...???

Monggo dulur² menikmati peran kita masing². 
Apapun pekerjaan kita... NIKMATILAH dan SELALU BERSYUKUR, 
BERSYUKUR dan 
BERSYUKUR...
dan ayo belajar Mensyukuri nikmat yg ada.......`


Dikutip dari Group WA Gonilan Asri

-----------


Sunday, April 8, 2018

Status Renovasi per 8-4-2018

*UPDATE DANA MASUK PROYEK RENOVASI MASJID MUHAJIRIN*

🌷 *Grand Total Dana Terkumpul sampai tgl 8 April 2018 hari ini* = 240.135.379


*Estimasi Anggaran Renovasi* = 542.158.874

*Kekurangan* = 302.023.495

Peluang untuk menyalurkan infaq masih terbuka lebar.

Monggo, infaq anda bisa dikirim melalui rekening berikut :

Saefudin Haryoko
BSM

🌷🌷🌷
*_Semoga Allah Swt membalas Amal Bapak Ibu semua dan menggantinya dengan Kelapangan di Dunia dan Rumah di Surga_*

Jazakumullahu Khoiron Katsiro..












Saturday, April 7, 2018

Mencintai Karena Allah dan Membenci Karena Allah



*Kajian Ba'da Shubuh Masjid Muhajirin*
_Ahad, 8 April 2018_
*Ustadz Tamim Aziz, Lc*

*Mencintai dan Membenci Karena Allah*
Rasulullah Saw. bersabda:

أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ
"Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta dan benci karena Allah." (HR Ahmad dan Abu Dawud) 
Cinta karena Allah artinya mencintai seseorang karena ia iman kepada Allah, taat kepada Allah, melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. 
Benci karena Allah artinya benci kepada seseorang karena ia kufur kepada Allah dan maksiat kepada Allah. 

Kaitannya dengan masalah ini ada 3 golongan manusia:
1. Golongan yang kita cintai. Yaitu orang2 yang beriman. 
2. Golongan yang kadang kita cintai dan kadang kita benci. Yaitu seorang muslim yang kadang perilakunya baik dan kadang buruk. 
3. Golongan yang kita benci. 

Semakin seseorang beriman kepada Allah, maka ia semakin cinta karena Allah dan benci karena Allah. 

Konsekuensi cinta kepada Allah adalah mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan membenci apa yang dibenci oleh Allah. 

Ketika kita melihat orang  melakukan kemaksiatan, maka kita membenci perbuatan maksiatnya, bukan orangnya. 

Kecintaan kita kepada Allah hendaknya memunculkan loyalitas kepadanya. Dan kebencian kita pada kemaksiatan hendaknya memunculkan antipati darinya. 

Kecintaan kita kepada orang lain jangan sampai menyebabkan kita tidak berbuat adil kepadanya. Sebaliknya, kebencian kita kepada orang lain, jangan sampai menyebabkan kita berbuat zhalim kepadanya. 

عَنْ أَبِي ذَرٍّ اْلغِفَارِي, عَنْ النّبِيّ صلى الله عليه وسلم. فِيمَا رَوَىَ عَنِ اللّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَىَ أَنّهُ قَالَ: «يَا عِبَادِي إِنّي حَرّمْتُ الظّلْمَ عَلَىَ نَفْسِي. وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرّماً. فَلاَ تَظَالَمُوا 
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan menjadikan kezhaliman itu haram diantara kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi." (HR Muslim) 

*Keutamaan cinta dan benci karena Allah*

Pertama: Merasakan manisnya iman. 
عن أنس عن النبي قال «ثـلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان؛ أن يكون الله ورسـوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار».

Dari Anas bin Malik ra. dari Nabi Saw. bersabda:
"Tiga hal, apabila ketiganya ada pada diri seseorang maka ia akan bisa merasakan manisnya Iman:
1. Menjadikan Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya. 
2. Mencintai seseorang hanya karena Allah. 
3. Benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya dicampakkan ke dalam api neraka." (HR Bukhari dan Muslim) 

Kedua: Akan mendapatkan naungan pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan Allah. 

Rasulullah Saw. bersabda:
سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله
....ورجلان تحابا في الله، اجتمعا عليه، وتفرقا عليه (متفق عليه)
"Ada 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan pada hari dimana tidak ada naungan selain nauangan-Nya. Diantara 7 golongan ini adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah." (HR Bukhari dan Muslim) 

Ketiga: Terbebas dari fitnah

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
"Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (wahai kaum Muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (QS Al Anfal: 73)
_Wallahu a'lam bish shawab_j



========

Dosa Besar ke 3 : Sihir



*) Disampaikan oleh Ustadz Fahrur Mu'iz



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ
Dari Abu Hurairah, dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah; sihir; membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq; memakan riba; memakan harta anak yatim; berpaling dari perang yang berkecamuk; menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina.” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, no. 3456; Muslim, no. 2669)

Apa Itu Sihir?

Secara bahasa,
sihir artinya sesuatu yang samar atau tersembunyi sebabnya.
Secara istilah syara’ adalah:
 “Sihir adalah ikatan-ikatan tali dan mantra-mantra yang diucapkan atau ditulis oleh pelaku (tukang) sihir, atau pelaku (tukang) sihir melakukan sesuatu yang ia gunakan sebagai sarana permintaan tolong kepada setan untuk menyakiti orang yang disihir, mempengaruhi badannya, atau hatinya, atau akalnya, dengan tanpa berhubungan langsung dengannya.”
(Ibnu Qudamah dalam Al-Mugni)

Adakah Sihir?

Al Qurthubi rahimahullahu mengatakan, “Menurut ahli sunnah wal jama’ah, sihir  itu memang ada dan memiliki hakikat, dan Allah Maha Menciptakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya, keyakinan yang demikian ini berbeda dengan keyakinan kelompok Mu’tazilah.”  (Tafsir Ibnu Katsir)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir oleh Lubaid bin Al A’shom Al Yahudi hingga beliau jatuh sakit. Kemudian karenanya Allah ta’ala menurunkan surat al Falaq dan surat An Naas (al mu’awidaztain) sebagai obat bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hal ini sangat jelas menunjukkan bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh terhadap orang yang terkena sihir.



Macam-macam Sihir :

1. Sihir Hakiki. 
Yaitu sihir yang ada kenyataannya, seperti sihir yang mempengaruhi badan, sehingga menjadikan sakit, atau membunuh (inilah yang disebut dengan tenung, santet, teluh, dan semacamnya) atau memisahkan dua orang yang saling mencintai, atau mengumpulkan dua orang yang saling membenci (ini disebut dengan ‘ath-f, aji pengasihan, pelet, dan semacamnya).
Sihir hakiki ini ada dua macam, yaitu: (1) sihir yang terjadi dengan niat tukang sihir, dan (2) sihir yang terjadi dengan alat (semacam benda-benda yang telah diberi mantra atau rajah).

2. Sihir Takh-yili. 
Yaitu tukang sihir menggunakan kekuatan daya khayalnya, lalu ia menggambarkan khayalan-khayalan, atau tiruan-tiruan, atau bentuk-bentuk, lalu ia tampilkan kepada indra orang-orang yang melihat, sehingga orang-orang yang melihat seolah-olah melihatnya ada pada kenyataan, padahal itu tidak ada.
Demikian ini yang disebut dengan hipnotis, atau semacamnya. Seperti tukang sihir yang memperlihatkan taman-taman, sungai-sungai, istana-istana, padahal itu semua tidak ada; itu hanyalah khayalan pada pandangan mata. Atau seperti tukang sihir yang menikam dirinya dengan pedang, atau memakan api, atau berjalan di atas api, namun hal itu tidak berbekas padanya. Ini semua hanyalah khayalan. Atau seseorang datang dengan membawa kertas biasa, lalu ia menyihir orang lain, sehingga orang lain tersebut melihat kertas itu sebagai uang kertas. Atau ia membawa besi, tetapi orang yang disihir melihatnya sebagai emas. Atau ia membawa belalang, tetapi orang yang disihir melihatnya sebagai kambing. Dan setelah orang itu pergi, barang-barang itu kembali seperti semula. Ini semua merupakan sihir takh-yili.

3. Sihir Majazi.
Yaitu kejadian yang samar sebabnya karena dilakukan dengan kecepatan gerakan tangan, atau muslihat ilmiah, atau kedustaan, atau penemuan-penemuan yang diketahui oleh tukang sihir itu sebelum orang-orang lain. Inilah yang disebut dengan sulap, atau semacamnya. Demikian juga namimah, bayan (penjelasan), dan semacamnya termasuk sihir majazi. Yakni disebut sihir karena pengaruhnya seperti sihir, tetapi hukumnya bukan sihir di dalam syari’at.

Hukum Pelaku Sihir
Allah berfirman (yang artinya), “Dan Nabi Sulaiman tidaklah kafir, akan tetapi para setanlah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia” (Al-Baqarah : 102).

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berdalil dengan ayat di atas untuk menegaskan bahwa orang yang mempraktekkan ilmu sihir, maka dia telah kafir. Karena tidaklah para setan mengajarkan sihir kepada manusia melainkan dengan tujuan agar manusia menyekutukan Allah.

Sihir Dikategorikan Kesyirikan.
1. Orang yang mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang meminta bantuan kepada para setan dari kalangan jin untuk melancarkan aksinya, dan betapa banyak orang yang terikat kontrak perjanjian dengan para syaitan tersebut akhirnya menyandarkan hati kepada mereka, mencintai mereka, ber-taqarrub kepada mereka, atau bahkan sampai rela memenuhi keinginan-keinginan mereka.
2. Orang yang mempelajari dan mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib. Dia telah berbuat kesyirikan kepada Allah dalam pengakuannya tersebut (syirik dalam rububiyah Allah), karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib melainkan hanya Allah ta’ala semata.

1. Kafir. 
Tukang sihir yang mempraktekkan sihir dengan memperkerjakan tentara-tentara syaitan, yang pada akhirnya orang tersebut bergantung kepada syaitan, bertaqarrub kepada mereka atau bahkan sampai menyembah mereka. Maka yang demikian tidak diragukan tentang kafirnya perbuatan semacam ini.
2. Tidak kafir.
Adapun orang yang mempraktekkan sihir tanpa bantuan syaitan, melainkan dengan obat-obatan berupa tanaman ataupun zat kimia, maka sihir yang semacam ini tidak dikategorikan sebagai kekafiran.


Pelaku sihir berhak dijatuhi hukuman mati oleh penguasa, jika memang terbukti kesalahannya.

•Diriwayatkan dari ‘Amr bin Dinar, bahwa ia mendengar dari Bajalah berkata ‘Amr bin Aus dan Abusy Sya’tsa: 


•كُنْتُ كَاتِبًا لِجَزْءِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَمِّ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ إِذْ جَاءَنَا كِتَابُ عُمَرَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِسَنَةٍ اقْتُلُوا كُلَّ سَاحِرٍ


•“Aku adalah penulis (sekertaris) Jaz bin Mu’awiyah, paman al-Ahnaf bin Qais, ketika datang kepada kami surat Umar (bin Khaththab) setahun sebelum wafatnya, (yang isinya), ‘Bunuhlah tukang sihir laki-laki maupun perempuan’.” [HR Abu Dawud, 3043; Ahmad, I/190-191; dan Baihaqi, VIII/136].

Bolehkah Mengobati Dengan Sihir?
Dalam Islam dilarang mengobati sihir dengan sihir atau dengan mendatangi dukun, karena dukun hanyalah mengusir syaithan sihir dengan syaithan sihir yang lain. Maka, ibarat mengusir maling dengan meminta bantuan perampok atau penjarah.

Penyembuhan Dengan Sihir.
1. Dengan menggunakan sihir pula, dan inilah yang termasuk perbuatan syaithan.

2. Penyembuhan dengan menggunakan ruqyah, ayat-ayat ta’awwudz (perlindungan), obat-obatan, dan do’a-do’a yang diperkenankan. Cara ini hukumnya jaiz (boleh).” 


Syarat Ruqyah
1. Ruqyah itu dengan menggunakan firman Allah Azza wa jalla atau Asma’ dan Sifat-Nya atau sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Ruqyah itu harus diucapkan dalam bahasa Arab, diucapkan dengan makna yang jelas dan dapat difahami maknanya.
3. Harus diyakini bahwa bukanlah zat ruqyah itu sendiri yang memberikan pengaruh, tetapi yang memberikan pengaruh itu adalah kekuasaan Allah Azza wa Jalla, sedangkan ruqyah hanya merupakan salah satu sebab saja. 







================
================





Dosa-dosa Besar 2 : Membunuh


Disampaikan oleh Ustadz Fahrur Mu'iz.



















============================
============================



وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (An-Nisa’: 93) 

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (An-Nisa’: 93)جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (An-Nisa’: 93) 

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا 
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا 
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا 

Pertemuan Remaja masjid dan Pembentukan Pengurus Baru.

Pertemuan Remaja Masjid Muhajirin. Alhamdulillah dari pertemuan tersebut telah terbentuk pengurus remaja masjid sebagai berikut : Alhamdu...